Sabtu, 03 Desember 2011
Jangan Menilai Seseorang dari Bajunya (Kisah Nyata)
Seorang wanita yang mengenakan gaun pudar menggandeng suaminya yang berpakaian sederhana dan usang, turun dari kereta api di Boston, dan berjalan dengan malu-malu menuju kantor Pimpinan Harvard University.
Mereka meminta janji. Sang sekretaris Universitas langsung mendapat kesan bahwa mereka adalah orang kampung, udik, sehingga tidak mungkin ada urusan di Harvard dan bahkan mungkin tidak pantas berada di Cambridge.
“Kami ingin bertemu Pimpinan Harvard”, kata sang pria lembut. “Beliau hari ini sibuk,” sahut sang Sekretaris cepat. “Kami akan menunggu,” jawab sang wanita.
Selama 4 jam sekretaris itu mengabaikan mereka, dengan harapan bahwa pasangan tersebut akhirnya akan patah semangat dan pergi. Tetapi nyatanya tidak. Sang sekretaris mulai frustrasi, dan akhirnya memutuskan untuk melaporkan kepada sang pemimpinnya.
“Mungkin jika Anda menemui mereka selama beberapa menit, mereka akan pergi,” katanya pada sang Pimpinan Harvard. Sang pimpinan menghela nafas dengan geram dan mengangguk. Orang sepenting dia pasti tidak punya waktu untuk mereka. Dan ketika dia melihat dua orang yang mengenakan baju pudar dan pakaian usang di luar kantornya, rasa tidak senangnya sudah muncul.
Sang Pemimpin Harvard, dengan wajah galak menuju pasangan tersebut. Sang wanita berkata padanya, “Kami memiliki seorang putra yang kuliah tahun pertama di Harvard. Dia sangat menyukai Harvard dan bahagia di sini. Tetapi setahun yang lalu, dia meninggal karena kecelakaan. Kami ingin mendirikan peringatan untuknya, di suatu tempat di kampus ini, bolehkan?” tanyanya, dengan mata yang menjeritkan harap.
Sang Pemimpin Harvard tidak tersentuh, wajahnya bahkan memerah. Dia tampak terkejut. “Nyonya,” katanya dengan kasar, “Kita tidak bisa mendirikan tugu untuk setiap orang yang masuk Harvard dan meninggal. Kalau kita lakukan itu, tempat ini sudah akan seperti kuburan.”
“Oh, bukan,” Sang wanita menjelaskan dengan cepat, “Kami tidak ingin mendirikan tugu peringatan. Kami ingin memberikan sebuah gedung untuk Harvard.”
Sang Pemimpin Harvard memutar matanya. Dia menatap sekilas pada baju pudar dan pakaian usang yang mereka kenakan dan berteriak, “Sebuah gedung?! Apakah kalian tahu berapa harga sebuah gedung ?! Kami memiliki lebih dari 7,5 juta dolar hanya untuk bangunan fisik Harvard.”
Untuk beberapa saat sang wanita terdiam. Sang Pemimpin Harvard senang. Mungkin dia bisa terbebas dari mereka sekarang. Sang wanita menoleh pada suaminya dan berkata pelan, “Kalau hanya sebesar itu biaya untuk memulai sebuah universitas, mengapa tidak kita buat sendiri saja?” Suaminya mengangguk. Wajah sang Pemimpin Harvard menampakkan kebingungan.
Mr. dan Mrs. Leland Stanford bangkit dan berjalan pergi, melakukan perjalanan ke Palo Alto, California, di sana mereka mendirikan sebuah Universitas yang menyandang nama mereka, sebuah peringatan untuk seorang anak yang tidak lagi diperdulikan oleh Harvard. Universitas tersebut adalah Stanford University, salah satu universitas favorit kelas atas di AS.
Kita, seperti pimpinan Harvard itu, acap silau oleh baju, dan lalai. Padahal, baju hanya bungkus, apa yang disembunyikannya, kadang sangat tak ternilai. Jadi, janganlah kita selalu abai, karena baju-baju,acap menipu.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
News Post
Google Translator
Radar
Mengenai Saya
Followers
Diberdayakan oleh Blogger.
Labels
Ads 468x60px
Music
Popular Posts
-
Semoga wawasan ini bermanfaat bagi kita semua. Alat sadap yang di miliki oleh KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) saat ini di klaim merupakan...
-
Banyak cowok yang sering minder ketika mendekati seorang cewek cantik dan seksi. Kebanyakan cowok gak punya rasa percaya diri jika mau ...
-
Robot Departemen Peradilan di Korea Selatan tengah mengembangkan proyek pembuatan robot yang akan digunakan untuk menjaga keamanan penjara ...
-
Cowok memang ditakdirkan lebih agresif ketimbang cewek. Itulah kenapa akhirnya cowok menjadi pihak yang lebih banyak mengejar daripada dikej...
-
Selama ini kiamat 21 Desember 2012 merujuk pada inskripsi Tortuguero dari bangsa Maya. Bayu Galih Film 2012 (Film 2012) Bangsa Maya perna...
-
Divisi Mekanis dengan kendaraan panser 6x6 Jakarta (ANTARA News) - TNI Angkatan Darat membentuk tiga divisi baru untuk mendukung tugas pokok...
-
Ini laiknya filosofi tentang perempuan menurut budaya Jawa. "Estri", salah satu terminologi di Jawa untuk menyebut perempuan ini b...
-
Ya...ya...sekarang saya akan mengulas artikel yang cukup menarik karena ini menyangkut aktivitas manusia pada umumnya (dan aktivitas yang pe...
-
1. Kota tercantik di dunia, Vancouver, Canadathe most beautiful in the world
-
Pesawat CN-295 yang akan diproduksi oleh PT DI (photo : Militaryphotos) Bandung (ANTARA News) - Jajaran TNI-AU dalam tiga tahun ke depan ak...
Categories
Blog Archive
-
▼
2011
(365)
-
▼
Desember
(199)
-
▼
Des 03
(24)
- Kilas Balik 2011 Versi Yahoo Indonesia
- Diserang OPM, Jasad Brimob Dibawa ke Jakarta
- 7 Orang Yang Mengaku Pernah Dibawa Ke NERAKA
- 270 Blogger 'Sharing Online Lan Offline'
- FOTO: ON|OFF 2011, Semarak Pesta Blogger
- Ramalan 'Kiamat' Artefak Bangsa Maya Dibantah
- Lima Tahun Lagi, Mammoth Akan Hidup di Bumi?
- Terkuak, Misteri Patung Easter Island
- Misteri 'Manuskrip Nabi' Berhasil Dipecahkan
- Lima Mimpi yang Sering Dialami Wanita
- Beckham: Saya yang Menginginkan Kaos Andik
- 35 Kutipan Inspiratif yang Unik
- LA Galaxy Berminat, Andik Siap Menuju MLS
- Demi Mendapatkan Uang Asuransi, Bapak Dari Taiwan ...
- Ada Sekolah Yang Mengajarkan Cara Menghidupkan Mayat
- Asal-Usul Kata "P0RN0"
- Sekolah di Jerman Akan Ajarkan Agama Islam
- Jangan Menilai Seseorang dari Bajunya (Kisah Nyata)
- Misteri Pasar Mahluk Halus Di Puncak Gunung Merbabu
- Inilah Beberapa Istilah Gaul yang Sering Digunakan...
- Fakta, Kapan Cewek Kentut (Garansi Ngakak 24 Jam)
- Asal Muasal Penyakit AIDS
- Hewan Aneh Yang Muncul Ke Pantai Tapi Lezat Dimakan
- Ilmu Memikat Wanita
-
▼
Des 03
(24)
-
▼
Desember
(199)
0 komentar:
Posting Komentar